:

F-PPP Sumenep Kecam Trans7, Desak Permintaan Maaf di Ponpes Lirboyo dan Pemecatan Tim Produksi

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Trans7 menuai kecaman keras dari berbagai kalangan setelah menayangkan sebuah program yang dinilai melecehkan tokoh pesantren serta merendahkan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh kalangan pesantren dan santri.

 

Tayangan tersebut dianggap tidak hanya menyudutkan, tetapi juga mencoreng martabat dunia pesantren yang selama ini menjadi benteng moral dan pendidikan karakter bangsa.

 

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Kabupaten Sumenep Dr Moh. Asyari Muthhar M.Fil dalam pernyataannya menyampaikan protes keras terhadap pihak Trans7. Dalam pernyataan resminya, F-PPP Sumenep mendesak tiga tuntutan utama sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional dari pihak stasiun televisi tersebut.

 

”Pertama, Trans7 diminta untuk melakukan permintaan maaf secara langsung di Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pesantren tertua dan paling dihormati di Indonesia. Permintaan maaf itu diminta untuk disiarkan secara langsung (live) di Trans7, sebagai bentuk penyesalan terbuka dan penghormatan terhadap komunitas pesantren,” tegasnya.

 

Kedua, tambahnya, F-PPP Sumenep mendesak agar Trans7 membuat program khusus yang secara objektif dan mendalam menjelaskan tentang nilai-nilai pesantren, termasuk aspek barokah, kedisiplinan, serta sistem pendidikan karakter yang telah terbukti membentuk pribadi-pribadi tangguh dan berakhlak mulia. Program ini diharapkan menjadi penyeimbang atas tayangan yang dianggap merusak citra pesantren.

 

”Ketiga, mereka menuntut pemecatan terhadap produser dan pembaca naskah tayangan yang bermasalah tersebut, sebagai bentuk pertanggungjawaban individu yang terlibat langsung dalam produksi konten yang dianggap mencemarkan,” tandasnya.

 

F-PPP menegaskan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga pusat peradaban dan penjaga moral bangsa. Karena itu, pelecehan terhadap pesantren tidak bisa ditoleransi dan harus mendapatkan respons tegas. (sal)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *